Trik Membaca Peluang dan Menulis Lamaran Pekerjaan

Trik Membaca Peluang dan Menulis Lamaran PekerjaanSejak pengetahuan tahun 2008, krisis global melanda dunia termasuk Indonesia, PHK Besar-besaran telah terjadi. Kini, krisis itu perlahan-lahan telah berlalu. Namun, apakah peluang kerja sudah mulai ada? Tentu saja masih, bahkan masih besar!

Indikasi yang mudah terlihat, adalah iklan-iklan lowongan kerja di media massa yang selalu muncul setiap hari. Bahkan, kian "ramai" dan bertebaran di banyak media massa. Kenyataan tersebut mudah dipahami karena saat ini tengah terjadi proses pemulihan ekonomi.

Membaca Peluang Kerja

Ketika krisis finansial melanda, memang kegiatan bisnis di Indonesia mengalami penurunan hingga 70%, begitu pun dalam perekrutan pegawai baru. Akan tetapi, sekarang ini kegiatan mencari tenaga-tenaga baru kembali marak. Dari pengamatan Pri Notowodigdo, Senior Executive Search Consultant PT Profesindo Reksa Indonesia, penawaran kerja yang ramai-ramainya datang adalah dari bidang-bidang berikut :

  1. industri berbisnis ekspor, seperti garmen, mainan anak-anak dan rokok,
  2. jasa keuangan,
  3. jasa konsultan,
  4. teknologi tinggi, dan
  5. teknologi informasi.
Vera Adjas, staf dari management consulting services Kemal Stamboel melihat bahwa sekarang saat yang baik untuk menarik pekerjaan. Apalagi kesempatan kerja untuk wanita dan pria sudah sama. Bahkan ia menilai bahwa dibandingkan dengan sebelumnya, peluang wanita untuk mendapatkan pekerjaan lebih besar. "Wanita masing unggul di sektor kerja yang membutuhkan 'karakter' wanita, seperti bidang kehumasan dan sekretaris," katanya.

"Modal bagus ini masih ditambah dengan kian tingginya tingkat pendidikan yang sanggup diraih wanita saat ini. Diikuti dengan makin berkembangnya dunia kerja. Lewat bekal tersebut, wanita dapat masuk ke banyak jenis pekerjaan.

"Kecuali bidang-bidang pekerjaan tertentu, peluang kerja yang sebelumnya didominasi kaum pria, sekarang dapat dimasuki wanita. Perusahaan nasional dan multi nasional, kini tak ragu lagi memasang wanita di puncak pimpinan. Sebabnya, secara kemampuan intelektual dan kepemimpinan, wanita dianggap mampu bersaing dengan pria," ujarnya.

Hanya saja bersamaan dengan tumbuhnya aneka peluang kerja perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan semakin selektif. Hal ini mengingat mereka memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan calon karyawan yang baik, atau paling cocok buat perusahaannya.

"Setiap hari saya menerima setumpuk surat lamaran kerja. Saya harus menyortir surat-surat lamaran tersebut setiap hari. Jika tidak, keesokan harinya saya harus menyortir sebukit surat lamaran," kata David Wongso, wakil Direktur Sumber Daya Manusia ABN Amro Bank.

Carilah Informasi Sebanyak-banyaknya

Saat Anda bermaksud mencari peluang kerja, mulailah dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya. Sering-seringlah membaca koran atau mendengarkan radio. Kedua media itulah yang kini menjadi corong utama bagi banyak perusahaan dalam merekrut karyawan baru.

Tentu saja tidak perlu setiap saat Anda mengintip koran dan menongkrongi radio sebab hal itu bisa menghamburkan biaya dan waktu. Untuk koran, biasanya memiliki hari-hari tertentu yang secara khusus memuat lowongan kerja. Kompas, misalnya. Koran ini memuat banyak lowongan kerja pada hari Minggu dan Korang Pikiran Rakyat (Jawa Barat) lebih banyak hari Sabtu. Demikian halnya dengan informasi lowongan kerja di radio-radio. Biasanya informasi itu disampaikan pada waktu pagi atau setelah berita.

Selain itu, juga pasang telinga dan rajinlah bertanya pada rekan-rekan dan berbagai kenalan. Rekrutmen pegawai tidak selalu melalui iklan di media massa. Kebutuhan sebuah perusahaan akan karyawan baru kadang-kadang disampaikan secara lisan kepada karyawannya.

Cara lain untuk menggali informasi bisa melalui internet. Banyak situs di internet yang bisa dijelajahi. Iklan lowongan kerja di internet memang lebih deskriptif menjelaskan pekerjaan yang ditawarkan serta perusahaan pencari kerjanya pun lebih jelas. Situs-situs yang dapat dihubungi, misalnya Adnet, Prodigy, Genie, CumpuServe, dan American Online. Anda juga dapat melamar ke head-hunter online, seperti careers.wjs.com, www.fortune.careermosaic.com, futurestep.com, www.headhunter.net, www.monster.com, atau www.peoplescape.com.

Adapun situs-situs lowongan kerja dalam negeri atau yang berbahasa Indonesia antara lain.
  1. bursa-kerja.ptkpt.com
  2. bursa.lowongan.com
  3. daftarkarir.com
  4. daftarlowongankerja.com
  5. datalowongankerja.com
  6. forumlowongan.com
  7. internetsukses.com
  8. jobindo.com
  9. jobitcom.com
  10. jobspromo.com
  11. klikkarir.com
  12. karir.infobeasiswa.net
  13. loker.web.id
  14. lowongankerja.com
  15. lowongan-pekerjaan.com

Kesan Pertama yang Menggoda

Banyak hal yang bisa membuat perusahaan mengambil atau menolak sebuah lamaran. Oleh karena itu, dalam menyambutnya pelamar harus bisa memberikan kesan pertama yang menggoda.

"Dalam membuat surat lamaran, sebaiknya calon karyawan melihat budaya dari perusahaan yang ditujunya. Jika perusahaan multinasional, dia akan memilih surat lamaran yang berbahasa inggris, dan diketik rapi. Setelah itu, baru membaca isi lamaran tersebut. Jika perusahaan yang dituju adalah perusahaan Amerika, sebaiknya surat lamaran dibuat ringkas tetapi padat, begitu juga dengan daftar riwayat hidup (curriculum vitae). Adapun perusahaan Australia dan Eropa lebih suka surat lamaran yang lengkap," kata Wongso (Kompas, 27/4/2003).

Jangan Asal

Kiat ini diterapkan Surya Mulidina, Lulusan Sastra Belanda, Universitas Indonesia. Ia sempat kecil hati lantaran merasa pekerjaan di dunia bahasa tertutup untuknya'

"Tapi saya tak ingin waktu saya terbuang hanya untuk menanti pekerjaan sesuai bidang ilmu saya. Apalagi, saya sebetulnya tak keberatan menggeluti pekerjaan lain," kata Maulidina atau biasa dipanggil Dina.

Berbekal kemampuan dua bahasa asing (Belanda dan Inggris) serta tekad untuk belajar, Dina dapat 'mencicipi' banyak pekerjaan. Sejak lima tahun lalu ia sempat bekerja sebagai asisten manajer sebuah restoran fastfood, staf pemasaran hotel bintang lima, staf perusahaan minuman impor, officer sebuah perusahaan Jepang, hingga menjadi sekretaris di Trading Company Jepang. Kebetulan bidang-bidang itu diminatinya.

Semua pekerjaan tadi ia dapatkan dari iklan koran. Bagaimana ia mampu menggaet pekerjaan itu?

"Ada kiat sendiri," katanya. Dina mengaku selalu teliti menyimak keinginan penawar pekerjaan. "Jangan asal saja menjajal! pekerjaan yang jelas-jelas jauh di luar kemampuan Anda!"

Ia melihat beberapa temannya suka 'asal' mengirim lamaran dengan harapan siapa tahu diterima. "Percaya deh, itu cuma buang waktu dan harapan!"

Selain itu, setiap kali berpindah kerja, setiap kali pula ia mengusung ilmu baru dari pekerjaan sebelumnya. "Pengalaman kerja itu memperkuat lamaran saya," tambah Dina yang mengambil program ekstension Fakultas Hukum UI.

Ia juga selalu menulis surat lamaran dengan tulisan tangan dan membuat CV yang simpel. "Setelah dipanggil, dengan berbekal percaya diri dan bahasa Inggris, sebetulnya Anda tak terlalu sulit untuk 'menjual diri'", ujarnya yakin (Femina).

Tak Perlu Muluk-Muluk

Punya ijazah bergengsi dari luar negeri, belum tentu jadi jaminan untuk mencari kerja dengan posisi tinggi. Paling tidak itulah yang diakui Wiwin Erikawati, lulus dari sekolah luar bukan berarti memperoleh jalan tol menuju pekerjaan bergengsi.

"Persaingan makin ketat. Jadi, Anda harus melihat peluang dan prospek," tutur Wiwin (29), Manajer Humas Planet Hollywood. Itu artinya, lanjutnya, harus berbesar hati memulai dari nol.

Wiwin tak sekedar bicara. Enam tahun lalu, pemegang ijazah perhotelan NHI (Bandung) dan manajemen perhotelan sebuah sekolah tinggi perhotelan di Swiss ini, nekad melamar pekerjaan sebagai server atau pramusaji di Planet Hollywood.

"Menjadi server hanya jadi loncatan awal," ucapnya. Maka, Wiwin yang rajin mengamati iklan lowongan pekerjaan di surat kabar, hanya mencatat lowongan yang sesuai dengan jalur yang dipilihnya.

Teori Wiwin jitu. Tak beberapa lama menekuni pekerjaan server, ia terpilih menjadi trainer pada server baru. Selama bekerja, Wiwin terus mengembangkan diri dan mengasah ide-ide untuk perusahaan. Ia pun akhirnya dilirik untuk menjadi asisten personnel manager. Merasa punya bekal lumayan, Wiwin sempat tergoda untuk pindah ke perusahaan lain. Namun, pimpinannya menawarkan posisi aduhai, menjadi purchasing manager. Dari situ ia ditawari lagi jadi cost controller manager dan akhirnya public relation manger.

Pengalaman Wiwin membuktikan, ketika pertama kali memburu pekerjaan, seseorang tak selalu harus bermuluk-muluk dulu. Fokuskan perhatian pada pekerjaan yang ada dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Perlu Produktivitas Tinggi

Hal lain yang tidak boleh terlupakan oleh pencari kerja adalah bahwa setiap perusahaan mempunyai watak dasar mengejar keuntungan. Saat terjadi krisis dan persaingan ketat, watak seperti itu akan semakin menjadi-jadi. Pendeknya, apapun dilakukan perusahaan agar bisa menekan biaya dan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

Dengan watak seperti itu, perusahaan akan mencari pekerjaan yang mempunyai produktivitas kerja tinggi. Selain enggan menambah pekerja baru, pekerja yang sudah ada akan dipicu terus untuk meningkatkan kemampuannya. Dan kalau diperlukan tidak segan-segan mem-PHK tenaga kerja yang dinilainya kurang produktif. Jadi, pencari kerja sebaiknya juga mempersiapkan diri untuk ini.

Hal lainnya, banyak perusahaan (terutama perusahaan kecil) menerapkan pengaturan kerja dengan multitugas, satu jabatan pekerjaan untuk berbagai tugas. Misalnya seorang sekretaris selain bertugas mengurus surat-menyurat, tetapi merangkap pula sebagai operator telepon, kurir ke bank, dan tukang membuat kopi.

Jangan Mudah tergoda

Kerap kali iklan lowongan kerja ditulis secara bombastis dan menjanjikan sesuatu yang muluk. Misalnya, Anda ingin bekerja di rumah paruh waktu sebagai konsultan 5-10 juta/bulan? Hubungi 021-707542088 atau Butuh tenaga medis/paramedis untuk perusahaan nutrisi, part time/full time. Gaji 1-10 juta/bulan. Hubungi 72544324.

Kadang-kadang, pelamar diminta datang sendiri, kemudian diwawancara, dan langsung ditempatkan. Hati-hati dengan model iklan semacam ini.

Sebelum memutuskan untuk melamar atau bahkan menerima pekerjaan itu, usahakan untuk mengetahui dengan jelas pekerjaan yang harus dilakukan. Sumber yang paling tepat untuk ditanya adalah manajer yang langsung menangani pekerjaan yang akan dilamar. bisa juga menghubungi kenalan yang pernah menangani pekerjaan semacam itu. Cara ini penting dilakukan untuk menghindari 'mimpi' akan perusahaan yang menawarkan gaji dan keuntungan mulu yang kenyataan boleh jadi di luar dugaan Anda.

Andaikan pada saat melamar, Anda sudah dikenakan biaya-biaya tertentu, seperti pembelian formulir, biaya fotokopi, dan sejenisnya, batalkan saja lamaran tersebut karena perusahaan bonafide punya biaya untuk merekrut karyawan baru.

Nah, selamat melamar, Semoga sukses!


Sumber : Engkos Kosasi, M.Pd